Category: Article
Sering Dilupakan, Ini Cara Merawat Sajadah Agar Ibadah Makin Khusyuk!
Selain mukena dan sarung, sajadah juga menjadi perlengkapan sholat yang harus dijaga kebersihannya. Digunakan 5 kali sehari tentunya dapat membuat sajadah menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan debu. Belum lagi cara penyimpanan yang salah akan membuat sajadah bau apek dan pastinya akan mengganggu ketenangan Anda dalam beribadah.
Tidak ada waktu ideal untuk mencuci sajadah, tetapi akan lebih baik jika sajadah dicuci secara rutin minimal sebulan sekali atau jika Anda bisa mencucinya lebih sering tentunya lebih baik. Sebelum memutuskan untuk mencuci sajadah, perhatikan jenis kain pada sajadah dan simbol cara pencucian yang tersedia di label yang menempel. Tujuannya agar serat kain dan warna sajadah tidak pudar hingga rusak karena tidak semua jenis kain dapat dicuci dengan cara yang sama. Untuk penjelasan mengenai arti simbol cara pencucian pada label bisa Anda baca di sini.
Pisahkan sajadah dengan pakaian yang lain
Hal ini sangat perlu dilakukan sebelum melakukan pencucian karena dikhawatirkan warna sajadah akan luntur dan mengenai pakaian lainnya. Sebaliknya jika sajadah Anda berwarna cerah atau pastel, dikhawatirkan akan terkena lunturan warna dari jeans atau pakaian yang berwarna tajam. Selain masalah bau tak sedap, sajadah yang terkena luntur juga membuat tampilan sajadah tidak cantik lagi saat digunakan untuk beribadah di masjid.
Gunakan detergen dan cairan pembersih noda yang aman untuk kain
Jika pada sajadah Anda terdapat kotoran atau noda yang membandel, gunakan pembersih noda untuk menghilangkan noda tersebut terlebih dahulu. Perlu diingat untuk memilih pembersih noda yang aman untuk serat kain sajadah dan lalukan percobaan pada sebagian kecil sajadah agar dapat melihat terdapat reaksi atau tidak pada sajadah. Gosok dengan sikat berbulu lembut atau sikat gigi untuk menghilangkan noda pada sajadah agar serat kain tetap aman.
Jika noda telah hilang, lanjutkan dengan merendam sajadah pada air bersuhu normal yang telah tercampur detergen. Rendam selama tidak lebih dari 30 menit lalu kuceklah dengan lembut. Dalam mencuci sajadah, penggunaan mesin cuci sangat tidak disarankan karena dapat merusak serat kain dan bulu-bulu pada sajadah.

Peras sajadah dengan cara yang benar
Selain penggunaan mesin cuci, ternyata penggunaan mesin pengering otomatis juga tidak baik untuk serat kain sajadah. Oleh sebab itu, sajadah harus diperas secara menual. Akan tetapi cara memeras sajadah tidak boleh dilakukan secara asal. Memeras sajadah dengan kuat justru akan merusak serat kain karena akan membuat sajadah terpelintir sampai ke batas renggangnya. Solusinya, setelah proses pembilasan, gulung sajadah dan tekan-tekan hingga kadar airnya berkurang.
Cara penjemuran
Terkesan sepele, akan tetapi cara penjemuran yang salah juga dapat membuat sajadah cepat rusak. Proses menjemur sajadah yang tepat adalah dengan tidak menaruhnya terkena sinar matahari langsung. Pasalnya penjemuran sajadah di bawah sinar matahari langsung dapat membuat sajadah kaku dan mudah lapuk. Oleh karena itu, jemurlah sajadah pada tempat yang rindang dan berangin dengan cara dibentangkan.
Kebersihan dan keawetan perlengkapan ibadah memang tidak memengaruhi amal ibadah yang didapat. Akan tetapi dengan memiliki peralatan ibadah yang bersih dan wangi pastinya dapat membuat kita lebih nyaman dan khusyuk saat beribadah. Jika Anda memiliki masalah dengan kebersihan perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, hingga sajadah, jangan ragu untuk memesan layanan Laundry dari JDM Laundry. Dilengkapi dengan fasilitas antar-jemput pastinya lebih memudahkan Anda yang sibuk dan tidak ada waktu untuk wara-wiri. Pesan secara langsung sekarang juga melalui WhatsApp atau Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh melalui Playstore ataupun Appstore.
JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!
Stop Lakukan Ini Agar Mukena Milikmu Tidak Bau Apek dan Berjamur!
Mukena menjadi atribut atau perlengkapan ibadah yang harus dimiliki setiap muslimah. Tidak hanya digunakan untuk beribadah di rumah saja, saat beribadah di Masjid mukena juga dapat menunjang penampilan kaum hawa. Tidak heran di zaman sekarang banyak brand yang menjual mukena dengan berbagai macam jenis kain, warna, dan model yang menarik. Akan tetapi banyak juga yang belum menyadari cara merawat mukena yang benar. Hal tersebut membuat mukena yang cantik berubah menjadi kusam hingga berjamur. Bahkan tidak jarang mukena akan berbau apek jika kita salah menyimpannya. Berikut hal-hal sepele yang mungkin sering Anda lakukan membuat mukena bau apek dan berjamur:

Jangan simpan mukena dalam gulungan sajadah
Bagi sebagian orang, menyimpan mukena dalam sajadah yang tergulung dengan rapi lebih minimalis dan hemat tempat. Akan tetapi hal tersebut justru dapat membuat mukena yang telah digunakan menjadi cepat bau. Terlebih lagi jika sebelumnya Anda mengenakan mukena dalam keadaan basah setelah wudhu, tentunya mukena akan menjadi lembap. Perlu diingat kembali, kain yang lembab terlalu lama dapat memicu tumbuhnya jamur.
Oleh karena itu, agar terhindar dari bau apek maka usahakan menyimpan mukena dan sajadah dengan cara digantung di ruangan terbuka. Selain itu, usahakan untuk mengeringkan wajah dan bagian tubuh lain yang basah setelah wudhu. Tentu tujuannya agar mukena tidak basah dan lembap terlalu lama.

Tidak memakai ciput atau kain pelapis kepala sebelum menggunakan mukena
Bagian mukena yang sering menimbulkan bau tidak sedap adalah bagian kepala. Salah satu alasan pemicunya adalah kepala menjadi salah satu bagian yang turut dibasuh saat wudhu dan sebagian orang akan menggunakan mukena langsung saat rambutnya masih dalam keadaan basah. Oleh sebab itu, menggunakan ciput atau kain pelapis kepala dapat mengurangi kelembaban pada kain mukena. Selain itu, menjaga kebersihan rambut juga dapat menjadi salah satu cara mencegah bagian kepala pada mukena menjadi apek.

Cuci mukena secara rutin setidaknya seminggu sekali
Tak heran beberapa orang cenderung malas mencuci mukena yang mereka kenakan saat ibadah setiap harinya. Hal tersebut membuat mukena tidak terawat, bau apek, hingga berpotensi ditumbuhi jamur. Oleh sebab itu, cuci setidaknya seminggu sekali agar keindahan mukena Anda tetap terawat.
Cuci mukena Anda menggunakan air dengan suhu dingin atau normal dan gosok secara perlahan. Jika mukena Anda terdapat motif yang dibordir, cucilah dengan cara digosok menggunakan tangan atau cukup direndam agar tidak merusak motif bordir. Selain itu gunakan pewangi dan pelicin saat menyetrika agar mukena mudah dilipat, lebih rapi, dan wangi saat dikenakan.
Dimusim hujan dengan cuaca tak menentu seperti ini bisa menghambat proses pengeringan mukena. Fatalnya, ibadah Anda akan terganggu atau Anda terpaksa mengenakan mukena yang masih basah jika tidak memiliki persediaan mukena lain. Tetapi Anda tidak perlu panik, JDM Laundry siap bantu urus semua perlengkapan ibadah kamu. Menggunakan mesin cuci dan pengering yang berkualitas, dijamin perlengkapan ibadah kamu akan kering, wangi, dan bersih maksimal. Ayo pesan sekarang juga via WhatsApp atau Anda juga bisa pesan via Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh di Playstore dan Appstore.
JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!
Kamu Harus Tahu, Ini Perbedaan Granit dan Marmer Yang Sering Tertukar!
Dalam bidang dekorasi dan arsitektur, istilah Granit dan Marmer sudah tidak asing lagi. Dengan motifnya yang khas dan elegan dibanding keramik menjadikan Granit dan Marmer identik dengan bangunan dan rumah mewah. Tapi ternyata masih banyak juga orang yang salah dalam membedakan jenis Granit dan Marmer ini, berikut JDM Cleaning beri penjabarannya:
Struktur dan Daya Tahan
Dalam proses pembuatannya, Granit terbuat dari beberapa mineral seperti feldspar dan quartz yang terikat kuat satu sama lain dengan berbagai bahan kimia lainnya. Hal tersebut membuat Granit memiliki ketahanan yang lebih kuat dibanding Marmer yang hanya terbuat dari akumulasi Kalsium Karbonat yang ditekan selama bertahun-tahun.
Oleh karena itu, Granit dapat menjadi pilihan terbaik Anda karena sangat tahan terhadap goresan benda tajam, kerusakan, hingga panas. Sebaliknya, Marmer lebih mudah tergores dan rusak karena benda tajam atau terkena panas.
Harga dan Penampilan
Dalam segi penampilan, Granit lebih banyak memiliki variasi warna seperti merah muda, putih, hitam, putih, dan berbagai variasi abu-abu. Tak jarang juga dengan proses dan campuran bahan kimiawi dapat menghasilkan warna jingga hingga hijau. Sedangkan Marmer memiliki warna dasar putih dengan corak unik dan pewarna hitam dan coklat alami dari grafit, coklat dan merah dari mineral pyrit serta ilmenit, hingga mineral klorit yang memberi warna hijau.
Selain soal warna, permukaan Granit juga lebih kasar dan keras dibanding Marmer. Hal tersebut membuat Granit cocok untuk dipasang di kamar mandi, garasi, dan teras. Sedangkan Marmer yang memiliki permukaan lebih halus dan mudah rapuh terkena panas akan lebih cocok untuk dipasang di area indoor. Dalam hal harga Granit masih di bawah Marmer yang dianggap lebih mewah dan eksklusif.

Pertimbangan Penggunaan
Seperti yang sudah dijelaskan mengenai Granit dan Marmer di atas, terlihat jelas perbedaan dari segi kualitas, tampilan, dan harga. Jika Anda sedang merasa bingung dalam membuat pilihan untuk menggunakan Granit atau Marmer, mulailah melihat tipe area yang akan dipasangi Granit atau Marmer. Jika Anda menginginkan jenis lantai yang kuat dan tidak mudah rusak maka Granit adalah pilhan yang tepat untuk Anda. Akan tetapi jika Anda hanya menginginkan lantai yang memiliki kesan mewah dan elegan, maka Marmer lebih cocok untuk Anda.
Selain dari faktor area pemasangan yang pastinya mempengaruhi awet atau tidak suatu produk nantinya, penting juga untuk mempertimbangkan budget yang akan dikeluarkan. Sebagai contoh Granit yang terbuat dari batuan alami tentunya memiliki pori-pori yang besar sehingga membuatnya rentan terhadap kotoran yang dapat menjadi noda jika tidak segera dibersihkan. Oleh karena itu, perlu adanya perawatan dengan cara dipoles secara rutin yang pastinya membutuhkan mesin dan chemical khusus. Tapi kini Anda tidak perlu bingung, karena JDM Cleaning juga menyediakan layanan Kristalisasi (marble polish) dengan harga terjangkau yang pasti sudah mencakup semua mesin dan chemical yang Anda butuhkan. Dikerjakan oleh tenaga profesional dijamin noda dan kotoran yang melekat pada Granit, Marmer, atau Teraso Anda akan hilang dan lantai Anda kembali berkilau seperti baru! Pesan segera via WhatsApp atau nikmati diskon menarik setiap pemesanan via Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh di Playstore dan Appstore.
JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!
Jangan Asal Cuci! Perhatikan Arti Simbol Unik Ini Pada Lebel Pakaianmu
Banyak orang beranggapan bahwa jenis kain menjadi faktor utama penentu seberapa awetnya pakaian tersebut nantinya. Tak heran banyak orang yang rela merogoh kocek demi mendapatkan pakaian berbahan premium dengan harapan lebih awet dan tidak mudah rusak. Padahal, bahan pakaian akan tetap awet hanya dengan mengikuti cara pencucian yang tepat serta mengikuti aturan simbol unik pada lebel.
Saat membeli pakaian, pasti terdapat lebel yang berisi nama brand, ukuran pakaian, hingga simbol tata cara perawatan. Sebagian orang tidak memperdulikan simbol-simbol tersebut karena sulit dipahami. Hal tersebut membuat sebagian orang cenderung mencuci pakaian seenaknya hingga membuat serat pakaian cepat luntur, rusak, dan tidak awet.
Arti Masing-Masing Simbol Pada Lebel Pakaian
Dengan mengikuti tata cara mencuci dan merawat pakaian yang tertera pada lebel dapat meminimalisir kesalahan dan kerusakan pakaian. Beberapa kerusakan pada pakaian yang dapat terjadi antara lain:
Warna pakaian luntur hingga memudar
Pakaian terkena lunturan warna pakaian lain
Pakaian menyusut
Serat kain sobek dan rusak
Pasti Anda tidak ingin pakaian kesayangan rusak karena ketidakpahaman Anda sendiri, jadi ayo simak arti masing-masing simbol pada lebel pakaian di bawah ini:
WASHING (Pencucian)

Jika Anda menemukan simbol berbentuk trapesium terbalik dengan genangan air seperti ini memiliki arti sebagai cara pencucian. Hal ini perlu diperhatikan apakah pakaian Anda dapat dicuci menggunakan mesin cuci atau manual dengan tangan. Biasanya tipe pakaian berbahan khasmir dan payet manik-manik tidak cocok dicuci dengan mesin cuci.
Intensitas pencucian juga harus cukup Anda perhatikan, karena beberapa jenis pakaian akan lebih awet jika jarang dicuci. Jeans menjadi salah satu jenis pakaian yang akan cepat rusak jika terlalu sering dicuci. Selain itu, jika Anda ingin mencuci dengan mesin perhatikan pula apakah pada lebel tersebut meminta Anda menggunakan air dingin atau hangat.
HEAT LEVEL (Tingkat Panas)

Setelah cara pencucian, perhatikan temperature air yang akan Anda gunakan dan sesuaikan dengan keterangan suhu yang tertera pada lebel pakaian. Jika tidak tertera dalam angka, maka akan berbentuk bulatan saja.
Simbol ini sangat perlu di perhatikan saat memilah baju sebelum mencuci. Pasalnya, tidak semua pakaian dapat dicuci secara maksimal dengan air dingin, dan ada pula pakaian yang tidak tahan jika dicuci dengan air panas atau hangat. Kesalahan dalam penggunaan air dengan level tertentu dapat mengakibatkan serat kain rusak, mengkerut, hingga luntur.
IRONING (Setrika)

Sama halnya dengan simbol Heat Level, simbol berbentuk setrika ini juga memberi tahu level panas yang dapat ditahan serat kain agar tidak terbakar. Apabial bentuk bulatan atau titik di tengah simbol semakin banyak, maka semakin tinggi suhu yang dapat ditolerir kain tersebut. Berikut penjabarannya:
1 titik: suhu rendah (maks. 110°C)
2 titik: suhu sendang (maks. 150°C)
3 titik: suhu tinggi (maks. 200°C)
Tanpa uap dan tanda silang: Jangan disetrika
BLEACHING (Pemutih)

Jika Anda menemukan simbol segitiga seperti ini jangan panik, ini merupakan simbol apakah pakaian dapat diberi pemutih atau tidak. Simbol sigitiga dengan garis arsir di dalamnya berarti pengguna dapat mencuci dengan memakai produk pemutih non-chlorine. Mengandalkan pemutih untuk menghilangkan noda membandel dari pakaian merupakan jalan pintas kebanyakan orang. Tetapi pemakaian yang salah dapat mengakibatkan warna pakaian akan semakin rusak. Terlebih lagi penggunaan pemutih pada sebagian orang dapat mengakibatkan iritasi pada kulit, mata, hingga sistem pernapasan.
TUMBLE DRYING (Mesin Pengering)

Simbol yang satu ini berkaitan dengan mesin pengering. Jika Anda memiliki mesin pengering, pastikan juga apakah pakaian yang akan Anda masukkan dapat menahan suhu mesin pengering tersebut atau tidak. Selain itu sebelum mengeringkan pakaian dengan mesin pengering, pastikan lagi apakah pakaian telah terbebas dari noda, karena panas pada mesin akan membuat noda lebih susah hilang nantinya.
AIR DRYING (Pengering Udara)

Bagi sebagian orang yang tidak memiliki mesin cuci dan mesin pengering, air drying alias menjemur menjadi satu-satunya pilihan. Tentunya banyak pakaian yang bisa dijemur dengan cara manual menggunakan udara di ruang terbuka seperti ini. Tetapi beberapa jenis pakaian seperti wool, sweater, hingga katun jepang akan lebih cepat kering jika menggunakan mesin pengering. Berikut penjabaran mengenai simbol pengering yang berbentuk kotak di bawah ini:
Simbol kotak dengan garis silang: Pakaian dapat dikeringkan tanpa menggunakan mesin
3 garis vertikal dalam kotak: Pakaian dapat dikeringkan dengan cara digantung di tali jemuran
1 garis horizontal dalam kotak: Pakaian dapat dikeringkan dengan dibentangkan
Simbol kotak dengan garis melengkung: Pakaian dapat dikeringkan dengan digantung di dalam atau di luar ruangan
Simbol kotak dengan 2 garis diujung: Hindarkan pakaian dari panas matahari
Demikian penjabaran dari berbagai simbol pada lebel pakaian yang jarang diketahui oleh banyak orang. Dengan memahami simbol-simbol tersebut, membuat baju Anda lebih awet meski tidak terbuat dari bahan premium. Tetapi jika Anda tetap ingin mendapatkan perawatan premium untuk pakaian Anda, JDM Laundry solusinya! Dikerjakan oleh tenaga profesional dengan mesin hingga produk deterjen yang berkualitas membuat noda pada pakaian Anda hilang seketika dan terlihat seperti baru lagi. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut hubungi via WhatsApp atau pesan langsung via Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh melalui Playstore dan Appstore.
JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!
Stop! Ini Bahaya Simpan Baju Basah Dalam Ruangan Saat Musim Hujan!
Saat musim hujan, cuaca memang tidak mudah diprediksi. Datangnya hujan secara tiba-tiba membuat banyak orang memutuskan untuk mengeringkan pakaian mereka di dalam ruangan. Tapi tanpa disadari, menyimpan baju basah di dalam ruangan dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan yang patut Anda waspadai!
Menurut Profesor David Denning dan tim National Aspergillosis Center, dalam setumpuk cucian basah terdapat 2 liter air yang siap dilepaskan ke ruangan. Fakta tersebut juga didukung oleh kutipan di laman Asthma Society of Ireland yang menyatakan bahwa menyimpan pakaian basah di dalam ruangan dapat meningkatkan kelembapan ruangan tersebut. Hal itu dapat mengundang pertumbuhan jamur dan penyebaran spora yang dapat terhirup oleh manusia, salah satunya Aspergillus Fumigatus.
Aspergillus Fumigatus merupakan jamur yang banyak tersebar di udara dan sering terhirup oleh manusia. Hanya saja hal itu tidak berefek untuk orang yang sehat, karena sistem imun mereka akan melawan jamur tersebut seketika masuk ke dalam tubuh. Beda halnya jika terhirup oleh orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti orang yang mengidap penyakit auto imun, pasien AIDS, atau tengah menjalani perawatan kemoterapi.
Penyakit yang disebabkan oleh jamur Aspergillus disebut dengan Aspergillosis yang kerap menyerang sistem pernapasan. Gejala yang ditimbulkan dapat berupa sesak napas, mengi, hingga batuk. Jika kondisi imun tubuh semakin lemah maka pasien dapat batuk disertai darah. Selain itu, paparan jamur yang tidak cepat ditangani akan menyebar ke organ lain seperti ginjal, otak, bahkan hingga merusak paru-paru.

Lalu, bagaimana solusi agar terhindar dari paparan jamur Aspergillus?
Sayangnya sebagai jamur yang dapat bertahan hidup dengan sedikit air, jamur jenis Aspergillus ini dapat ditemukan diberbagai tempat. Meski tanpa sadar sering terhirup, tapi tetap usahakan agar rumah Anda selalu terhindar dari paparan jamur tersebut salah satunya dengan selalu mengeringkan pakaian basah di luar ruangan.
Tapi bagaimana jika di musim hujan? Jika Anda tidak memiliki tempat lain yang teduh untuk menyimpan pakaian basah, maka coba letakkan dan keringkan baju dekat dengan ventilasi. Cara lain yang dapat Anda gunakan adalah dengan memanfaatkan alat pengering, yang akan membantu pakaian Anda kering lebih cepat serta mengurangi kelembapan hunianmu.
Mencuci pakaian memang menjadi aktifitas yang menambah beban pikiran saat memasuki musim hujan. Cuaca yang tidak bisa diprediksi serta kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan membuat kita cenderung mencari cara lain sebagai solusi seperti layanan Laundry. Dilengkapi dengan fasilitas gratis antar-jemput, membuat JDM Laundry pilihan yang cocok untuk Anda yang bingung ingin mencuci baju saat musim hujan tapi takut baju kehujanan dan tidak kering sempurna. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut dapat hubungi via WhatsApp atau pesan langsung via Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh melalui Playstore dan Appstore.
JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!
Hati-Hati! Ini Tanda Koloni Kutu Busuk Sudah Memasuki Rumahmu!
Masih ingat dengan berita wabah kutu busuk yang melanda Perancis? Ternyata kini wabah kutu busuk juga telah menyebar ke berbagai negara di Asia. Pesatnya perkembangan wabah kutu busuk ini tentunya dapat menjadi momok ancaman yang menakutkan bagi negara-negara yang belum terdampak wabah, termasuk warga Indonesia.
Penyebaran wabah kutu busuk ini tentunya sangat mudah mengingat banyaknya traveller yang hobi berpergian dari satu negara ke negara lain. Dengan ukurannya yang sangat kecil, kutu-kutu tersebut dapat dengan mudah ikut kedalam barang bawaan dan dibawa pulang ke negara asal oleh si traveller.
Berbeda dengan tungau yang hanya memakan serpihan kulit mati manusia, kutu busuk menghisap darah sebagai makanannya. Tak heran beberapa orang yang telah digigit kutu busuk akan melihat bercak darah segar pada seprai mereka karena kutu busuk juga menyukai tempat yang lembap seperti kasur dan soft furniture lainnya untuk hidup. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang perbedaan antara tungau dan kutu busuk bisa dibaca di sini.
Sebagai langkah pencegahan, selain tetap menjaga lingkungan sekitar dan semua soft furniture dalam kondisi yang bersih, perhatikan juga hal-hal di bawah ini yang dapat menjadi pertanda adanya koloni kutu busuk di sekitarmu:
1. Adanya bercak darah di seprai atau kasur.
2. Terdapat telur atau cangkang telur kecil berwarna kuning pucat.
3. Kotoran kutu busuk berupa titik-titik hitam.
4. Kulit kutu busuk yang telah terkelupas.
5. Telur berwarna putih lonjong dengan ukuran kurang lebih sebiji apel.
6. Bau apak di sekitar tempat tidur.
7. Melihat kutu busuk di tempat tidur.
Gigitan dari kutu busuk biasanya akan berubah menjadi benjolan dan terasa gatal. Rasa gatal inilah yang membuat sebagian orang tidak tahan hingga memutuskan untuk menggaruk. Sayangnya semakin sering menggaruk area gatal pada bekas gigitan kutu busuk dapat mengakibatkan infeksi kulit yang lebih serius. Oleh karena itu, sebelum bekas gigitan yang gatal menjadi infeksi, lakukan langkah pengobatan sederhana di rumah berikut ini:
1. Bersihkan area kulit yang terkena gigitan kutu busuk dengan sabun dan air untuk mengurangi rasa gatal hingga mencegah infeksi.
2. Oleskan salep kulit khusus berdosis rendah dari apotek terdekat pada area bekas gigitan kutu busuk.

Meski kutu busuk tidak berbahaya karena tidak menularkan penyakit, akan tetapi gigitannya dapat membuat perasaan tidak nyaman. Gigitan kutu busuk sendiri pada umumnya akan sembuh sendiri dalam waktu seminggu. Anda sedang mengalami masalah serupa? Jangan ragu untuk percayakan urusan kebersihan soft furniture Anda dari debu dan mikroba dengan layanan dari JDM Cleaning sekarang juga. Lakukan pemesanan via WhatsApp atau booking langsung tanpa ribet melalui Aplikasi JDM Cleaning yang dapat diunduh di Playstore dan Appstore.
JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!
Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Tungau vs Kutu Busuk
Sebagian dari kita mungkin sudah mengetahui perbedaan antara tungau dan kutu, tapi tak jarang masih banyak juga yang menganggap kedua hewan tersebut adalah sama. Banyak yang masih sulit membedakan kedua hewan tersebut bermula karena tungau dan kutu sama-sama bisa menyebabkan gatal pada kulit. Meskipun keduanya tergolong pada filum atau divisi yang sama, yaitu Anthropoda (hewan berbuku-buku dan beruas), ternyata perbedaan keduanya sangat banyak mulai dari bentuk fisik hingga cara penanganannya!
Bentuk Fisik
Tungau merupakan hewan mikroskopis yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan hanya berukuran sebesar 0,3 mm. Dengan ukuran sekecil itu akan sulit bagi kita untuk membedakan antara debu dan eksoskeleton tungau pada soft furniture. Berbeda dengan kutu yang dapat dilihat dengan mata telanjang seperti yang biasanya ditemukan pada rambut atau hewan berbulu lainnya. Kutu berukuran lebih besar dibanding tungau, yakni ≤ 0,5 cm.
Makanan
Tungau atau yang lebih dikenal sebagai house dust mites termasuk dalam famili Pyroglyphidae yang merupakan keluarga tungau non-parasit. Dengan begitu tungau mendapatkan makanan dengan tidak merugikan manusia, karena mereka hanya memakan serpihan kulit mati dari manusia saja. Oleh karena itu, tungau lebih banyak di temukan di kasur karena manusia pada umumnya menghabiskan sepertiga harinya berbaring di atas kasur.
Berbeda dengan kutu busuk yang dalam bahasa inggris lebih dikenal dengan nama bed bug. Kutu termasuk ke dalam subkelas serangga parasit yang berarti kutu mendapat makanan dengan menggigit dan menghisap darah sehingga merugikan manusia atau hewan.
Bahayanya untuk kesehatan
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tungau tidak termasuk golongan parasit dan tidak merugikan manusia, akan tetapi tidak sepenuhnya menguntungkan. Bahkan selain kotoran tungau, bangkai tungau juga dapat bersatu dengan debu hingga menyebabkan alergi.
Sama halnya dengan kutu busuk, sebagai hewan yang tergolong parasit, gigitan kutu dapat menimbulkan rasa gatal yang mengganggu. Gerakan menggaruk yang berlebihan pada area bekas gigitan yang gatal juga dapat menyebabkan luka dan infeksi pada kulit hingga timbul rasa melepuh, kemerahan, dan bengkak.

Cara membasmi Tungau dan Kutu Busuk
Dengan ukuran yang dapat terlihat oleh mata telanjang, kutu lebih mudah untuk ditangani dan dipantau keberadaannya. Bahan yang digunakan juga cukup beragam, mulai dari menggunakan semprotan cairan pestisida, minyak lavender, hingga menggunakan campuran minyak tanah dan kapur barus. Untuk lebih lengkap tentang cara ampuh membasmi kutu busuk bisa dibaca di sini.
Beda halnya dengan tungau, dengan ukuran tungau yang sangat kecil, maka satu-satunya cara yang ampuh untuk menangani tungau adalah dengan melakukan vacuuming. Tapi jangan asal, kesalahan dalam memilih vacuum dapat membuat pembersihan kurang efektif. Gunakan vacuum dengan tempat penampungan debu yang menggunakan air (Hydrovacuum) untuk hasil yang lebih baik karena debu yang terserap akan langsung terikat dengan air sehingga kecil kemungkinan untuk keluar lagi melalui pori-pori kantong.
Kini dengan adanya berbagai layanan home cleaning membuat Anda tidak perlu lagi pusing untuk membeli peralatan pembersih yang mahal. Cukup percayakan dan pesan layanan dari JDM Cleaning dan Anda tidak perlu lagi kesusahan menyiapkan alat dan bahan untuk membersihkan soft furniture Anda. Dilengkapi dengan alat Hydrovacuum yang berkualitas serta layanan tambahan UV C yang dapat mensterilkan kembali hunian Anda dengan harga terjangkau. Dapatkan kemudahan dalam memesan dan mengakses layanan kami dalam Aplikasi JDM Cleaning yang dapat di unduh melalui Playstore dan Appstore.
JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan.
Cegah Penyebaran Wabah Kutu Busuk, Ternyata Menjemur Kasur Saja Gak Cukup!
Kutu busuk sebenarnya bukan hewan yang asing bagi semua orang, akan tetapi wabah yang kian marak diberbagai negara saat ini cukup banyak membuat orang resah. Dengan ukuran tubuh yang sangat kecil membuat penyebaran hama kutu busuk ini sangat cepat mulai dari hotel, transportasi umum, hingga berakhir di hunian para warga.
Sama halnya dengan tungau, kutu busuk dapat hidup dengan subur di lingkungan yang lembab dan tersembunyi seperti di celah kasur, dinding, dan perabotan rumah. Membersihkan sarang kutu dengan bantuan vacuum saja tidak cukup, karena besar kemungkinan koloni kutu yang masih hidup akan kembali masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, banyak orang yang percaya dengan menjemur soft furniture mereka seperti kasur dan sofa dapat membunuh kutu busuk yang bersarang di dalamnya. Tapi apa benar cara itu terbukti efektif?
Benarkah panas matahari ampuh bunuh kutu busuk?
Secara teori, suhu panas matahari saja tidak cukup tinggi dan ampuh untuk membunuh kutu busuk. Akan tetapi, suhu panas matahari dapat merusak lapisan lilin pada cangkang kutu busuk hingga bisa membuat kutu busuk dehidrasi. Dengan begitu, panas matahari bisa saja membunuh kutu busuk pada kasur jika durasi penjemuran terjadi cukup lama dengan suhu yang pas.
Dikutip dari laman National Institutes of Health, untuk membasmi kutu busuk dewasa diperlukan suhu 44°C dalam waktu pemaparan selama satu jam. Sedangkan untuk membasmi telur kutu membutuhkan suhu 45°C dalam waktu pemaparan yang sama.

Bagaimana cara membasmi kutu busuk saat musim hujan?
Membasmi kutu busuk tidak sesulit membasmi tungau yang susah dilihat dengan mata telanjang. Anda dapat dengan mudah mencari sarang kutu busuk dan menyemprotkan produk pengusir dan pembasmi hama di area tersebut. Tapi bagaimana jadinya jika para koloni kutu busuk tersebut bersembunyi disela-sela kasur dan area yang sulit dijangkau?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, panas matahari kurang begitu ampuh dalam membasmi kutu busuk. Akan tetapi sinar UV matahari mampu membunuh kutu busuk, tungau, hingga berbagai bakteri sekaligus. Dikutip dari laman Hepper, kutu busuk tidak dapat bertahan hidup dari efek sinar UV, terutama UV C.
Dibandingkan dengan sinar matahari, penggunaan alat UV C sebagai pengganti matahari saat musim hujan lebih cepat dalam membunuh kutu busuk. Untuk kutu busuk dewasa dibutuhkan waktu 30 menit, sedangkan untuk telur kutu hanya membutuhkan waktu 15-30 menit.
Masih merasa kurang puas dengan hasil dari produk pengusir hama dalam membasmi kutu di hunian Anda? Dengan harga yang terjangkau, Anda juga dapat memesan layanan sterilisasi menggunakan UV C dari JDM Cleaning untuk setiap ruangan di rumah Anda. Tersedia juga berbagai layanan kebersihan lain yang dapat Anda pesan melalui WhatsApp atau melalui Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh di Playstore atau Appstore.
JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan.
Mengenal Radiasi UV A, UV B, dan UV C: Mana Yang Paling Berbahaya?
Sudah menjadi hal yang familiar bagi kita mendengar istilah UV A dan UV B dalam iklan kosmetik di televisi. Kedua jenis sinar ultraviolet itu dipercaya dapat menimbulkan masalah dan kerusakan pada kulit. Tapi pernahkah Anda mendengar istilah UV C? Lalu apa yang membedakan antara UV A, UV B dan UV C? Simak penjelasannya berikut ini:
Mengenal jenis-jenis radiasi ultraviolet (UV)
Sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari dikelompokkan berdasarkan tingkat seberapa panjang gelombangnya. Rentang panjang gelombang sinar ultraviolet ini mencapai 100-400 nanometer dan dibagi menjadi 3 jenis:
UV A (350 – 400 nanometer)
Memiliki gelombang ultraviolet terpanjang membuat UV A dapat menembus lapisan ozon dan menyentuh bumi. Hal tersebut menjadikan sinar UV A sebagai penyumbang 95% radiasi UV yang dapat kulit kita rasakan tiap harinya. Paparan kulit terhadap sinar UV A dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan kerusakan pada kulit seperti penuaan dan kerutan.
UV B (280 – 315 nanometer)
Tidak jauh berbeda halnya dengan sinar UV A yang dapat menyentuh dan merusak lapisan terdalam kulit, gelombang sinar UV B hanya dapat menyentuh permukaan terluar kulit saja. Meski begitu, paparan terhadap sinar UV B yang terlalu lama juga dapat mempercepat penuaan kulit, memicu kanker kulit, hingga iritasi mata yang parah.
UV C (100 – 280 nanometer)
Sinar UV C memang tidak seterkenal UV A dan UV B karena dengan memiliki gelombang terpendek membuat sinar UV C tidak mampu menyentuh bumi. Meski sinar UV C tersaring sepenuhnya oleh lapisan ozon, radiasi UV C dikenal yang paling berbahaya dari jenis UV lainnya. Selain itu, tingginya energi sinar UV C juga dipercaya dapat membunuh berbagai macam bakteri.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, UV C menjadi radiasi ultraviolet yang paling berbahaya dari yang lain. Akan tetapi Anda tidak perlu khawatir, karena dampak dari paparan radiasi sinar UV C hanya akan terasa di luar atmosfer bumi. Meski begitu, kini telah banyak peralatan modern yang dapat memancarkan sinar radiasi UV C, seperti layanan UV C yang tersedia di JDM Cleaning yang terbukti dapat membasmi berbagai macam bakteri.

Bagaimana cara kerja UV C membasmi bakteri dan kutu?
Dilansir dari laman Beckman Laser Institute & Medical Clinic, dengan energi radiasi yang sangat tinggi membuat UV C dapat merusak DNA atau RNA dari bakteri atau virus. Tentunya paparan sinar radiasi UV C harus dilakukan dalam waktu yang yang cukup untuk hasil yang lebih steril. Bahkan dengan paparan sinar UV C selama 30 menit atau lebih sudah bisa merusak cangkang kutu dan membuatnya dehidrasi hingga mati.
Dikutip dari laman Hepper, kutu dewasa yang terpapar oleh sinar UV C sebesar 280 nanometer dengan jarak 10 cm akan mati dalam waktu 30 menit. Sedangkan telur kutu tidak dapat bertahan hanya dalam waktu 15-30 menit dalam jarak 20 cm. Oleh karena itu, penggunaan alat UV C juga tidak bisa dilakukan dengan asal.
Dengan harga yang terjangkau, Anda bisa mendapatkan layanan sterilisasi menggunakan alat UV C di setiap ruangan yang dikerjakan oleh tenaga professional dari JDM Cleaning. Tersedia juga berbagai layanan kebersihan berkualitas lainnya yang dapat Anda pesan melalui WhatsApp dan Aplikasi JDM Cleaning yang dapat diunduh melalui Playstore dan Appstore.
JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!
Rayakan Hari Pahlawan, JDM Cleaning Lakukan Baksos di Markas LVRI Jatim
Banyak cara untuk merayakan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November di tiap tahunnya, salah satunya dengan mengadakan kegiatan bakti sosial. Jika kegiatan bakti sosial yang kerap dilakukan berupa berbagi makanan kepada masyarakat yang membutuhkan, dalam rangka merayakan Hari Pahlawan kali ini JDM Cleaning mengisi kegiatan bakti sosial dengan membersihkan Markas Legiun Veteran Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur secara gratis.
Bakti sosial bertajuk “JDM Peduli” di Markas LVRI Provinsi Jawa Timur kali ini diadakan pada hari Rabu, 1 November 2023, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa hormat dan menghargai jasa para pahlawan dan tak terkecuali pada para veteran yang telah turut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Beberapa area Markas LVRI yang dibersihkan meliputi kaca, aula rapat, hingga toilet.

“Saya mewakili DPD LVRI, mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya untuk pembersihan kantor DPD LVRI Surabaya dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Mudah-mudahan PT Juara Dalam Membersihkan yang menaungi JDM Cleaning semakin meningkat dan sukses,” ujar Pak Slamet selaku salah satu perwakilan DPD LVRI Provinsi Jawa Timur.
JDM Cleaning mengirimkan 5 cleaner untuk acara bakti sosial “JDM Peduli” kali ini disertai dengan peralatan serta bahan pembersih yang lengkap. Kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu bentuk komitmen JDM Cleaning untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan nilai profesionalitas, kepedulian, dan inovasi dalam setiap layanannya.
“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Home Cleaning Service, mengadakan program JDM Peduli merupakan salah satu cara kami untuk mengingatkan akan pentingnya kebersihan dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar kita,” ujar Yenli Ernawati selaku Direktur JDM Cleaning.
