Chat Us!

Gawat! Lama Tidak Mencuci AC Bisa Berakibat Fatal!

Pada masa pemanasan global seperti ini memiliki AC tampaknya menjadi idaman setiap orang. Selain dapat mendinginkan ruangan, AC juga dapat memfilter debu pada udara sehingga angin yang dihembuskan ke dalam ruangan menjadi lebih bersih dan steril. Tentunya hal itu tidak akan bertahan lama karena komponen AC juga akan dipenuhi oleh debu dan kotoran yang dapat menghambat kinerjanya. Oleh karena itu, agar peforma AC selalu maksimal dibutuhkan perawatan seperti cuci AC yang idealnya dilakukan 3 bulan sekali. Kira-kira apa saja dampak negatifnya jika Anda lengah dalam merawat AC?

Berbagai penyakit berbahaya siap mengintaimu

Salah satu akibat dari jarang mencuci AC adalah banyaknya kotoran dan debu yang dapat memengaruhi kualitas udara yang kamu hirup. Fatalnya debu yang bercampur dengan bakteri tersebut bisa saja mengakibatkan penyakit pernafasan seperti alergi, asma, bronchitis, pneumonia, hingga penyakit Legionnaires yang dapat menyebabkan kematian.

Tak hanya itu, AC yang lama tidak dicuci dan dipenuhi oleh kotoran dan debu juga rawan menjadi tempat berkembang biak jamur. Hal tersebut dapat mengakibatkan munculnya bau tak sedap dari hembusan angin pada AC Anda keseluruh penjuru ruangan. Tentunya hal tersebut dapat membuat keluarga dan tamu Anda merasa tidak nyaman berlama-lama di rumah.

AC menjadi cepat rusak

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa debu dan kotoran yang menumpuk pada AC dapat menghambat kinerjanya. Akibatnya performa AC dalam mendinginkan ruangan bisa memakan waktu yang lebih lama dari biasanya. Selain itu, AC yang lama tidak dibersihkan juga akan bekerja lebih keras berkali-kali lipat dalam mendinginkan hunian Anda yang akibatnya akan terlihat dari tagihan listrik Anda yang makin menunggak.

Tidak berhenti sampai di situ saja, terganggunya aliran udara pada AC dapat mengakibatkan kerusakan beberapa komponen pada AC. Akibatnya Anda akan membutuhkan bantuan profesional untuk memperbaikinya bahkan menggantinya dengan biaya yang lebih mahal.

Kapan waktu yang tepat untuk mencuci AC?

Memiliki barang elektronik memang harus pandai dalam merawat agar masa pakainya dapat bertahan lama. Dalam hal mencuci AC, usahakan untuk melakukannya secara rutin selama 3 bulan sekali bahkan 1 bulan sekali jika pemakaian AC terlalu sering dan kondisi ruangan sangat kotor. Jangan menunggu hingga AC Anda terasa panas ataupun muncul bau tak sedap karena itu merupakan tanda bahwa kotoran pada AC sudah sangat kotor hingga mengganggu kinerjanya.

Tidak heran jika banyak dari pengguna AC masih tidak tahu cara mencuci AC dan merawat AC yang benar. Terlebih lagi masih banyak penyedia jasa cuci AC yang mematok dengan harga yang tinggi membuat pengguna AC lebih memilih menunda memberi perawatan pada AC mereka. Tetapi kini Anda tidak perlu bingung lagi karena JDM Cleaning telah menyediakan layanan Cuci AC premium yang pastinya dikerjakan oleh cleaner terlatih dan profesional serta harga yang terjangkau!

Terdapat paket Cuci AC Plus yang terdiri dari Cuci AC dan Steam, serta paket Cuci AC Xtra yang terdiri dari Cuci AC, Steam, penyemprotan disinfectant, AC flushing, hingga pemberian gratis filter anti virus. Tentunya semua pengerjaan akan dilakukan secara detail dengan melakukan pengecekan komponen-komponen penting pada AC sebelum dan sesudah pengerjaan. Anda juga dapat memesan layanan kami melalui chat via Hotline WhatsApp atau aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh melalui Playstore maupun Appstore.

JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!

Anti Melar, Begini Cara Rawat Kaus Kaki yang Benar!

Tidak hanya khusus digunakan untuk para pelajar yang masih aktif bersekolah saja, kaus kaki juga dapat digunakan sebagai pelangkap footwear untuk orang dewasa. Memiliki banyak manfaat dan kegunaan membuat kaus kaki menjadi salah satu benda yang harus dimiliki dan dirawat dengan baik agar awet. Tidak banyak orang yang tahu mengenai cara merawat kaus kaki yang benar membuat kaus kaki mereka cepat melar hingga harus membeli yang baru berkali-kali. Meski sepele, berikut beberapa hal yang harus Anda hindari agar kaus kaki Anda tetap awet dan tidak melar!

Pilih kaus kaki berkualitas dengan ukuran yang sesuai

Memilih kaus kaki dengan bahan berkualitas tentunya akan lebih awet dibanding membeli kaus kaki dengan bahan yang tipis. Selain itu pilihlah kaus kaki dengan ukuran yang pas untuk kaki Anda. Menggunakan kaus kaki yang terlalu kecil dari ukuran kaki Anda dapat membuat serat kaus kaki menjadi melar dan cepat rusak. Sama halnya jika Anda menggunakan kaus kaki dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran kaki Anda, hal tersebut membuat penggunaan kaus kaki tidak maksimal dan Anda terpaksa menarik kaus kaki lebih tinggi agar menempel dengan benar.

Hindari menggulung kaus kaki

Banyak orang beranggapan dalam menyimpan kaus kaki harus dengan cara digulung agar rapi dan tidak terpisah. Bahkan tidak jarang ada video tutorial menggulung kaus kaki dengan teknik tertentu. Faktanya hal tersebut dapat membuat kaus kaki menjadi renggang dalam waktu lama dan melar. Solusinya, simpan sepasang kaus kaki dengan cara dilipat dengan rapi dan jauh dari pakaian lainnya agar mudah ditemukan.

Jangan gunakan mesin cuci dan mesin pengering

Penggunaan mesin cuci untuk mencuci kaus kaki bukanlah hal yang tepat. Faktanya putaran pada mesin cuci dapat membuat kaus kaki menjadi melar. Sama halnya dengan mesin pengering yang dapat membuat serat kaus kaki merenggang, oleh sebab itu pilihlah proses pengeringan manual seperti dijemur di tempat yang rindang. Jadi usahakan mencucinya secara manual menggunakan tangan dan hindari menyikat kaus kaki agar seratnya tetap terjaga keawetannya.

Hindarkan dari panas secara langsung

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya untuk menjemur kaus kaki ditempat yang rindang agar tidak terkena panas secara langsung. Selain itu Anda juga dianjurkan untuk tidak menggunakan seterika pada kaus kaki. Hal tersebut patut dilakukan karena panas yang menyentuh serat kaus kaki dapat membuatnya melar hingga warnanya memudar.

Temukan informasi lengkap seputar cara merawat pakaian hanya di media sosial resmi milik JDM Laundry serta JDM Cleaning. Untuk perawatan pakaian berkualitas premium Anda bisa dapatkan dengan memesan layanan laundry dari JDM Laundry yang bisa Anda pesan melalui Hotline WhatsApp serta Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh di Playstore dan Appstore.

JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!

Stop Lakukan Hal Ini Agar Baju Hitammu Tidak Cepat Pudar!

Meski sering diidentikan dengan hal-hal yang bernada negatif, tetapi masih banyak orang yang menyukai pakaian berwarna hitam untuk dikenakan dalam kesehariannya. Dengan sifatnya yang mudah dipadu-padankan dengan warna lain dan memiliki kesan elegan, tidak jarang beberapa orang juga sampai terobsesi dan menjadi kolektor pakaian bewarna hitam. Di samping fleksibilitasnya saaat dikenakan dan bersanding dengan warna lain serta kesannya yang elegan, baju dengan serat kain berwarna hitam ini memiliki cara perawatan yang tidak mudah. Kesalahan dalam merawat dapat membuat serat kain rusak dan warna hitamnya memudar.

Jika Anda salah satu pecinta warna hitam dan mengoleksi beberapa pakaian bewarna hitam, berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan dan hindari untuk merawat pakaian kesayangan Anda!

Mencuci Dengan Air Suhu Tinggi

Biasanya pada setiap pakaian terdapat label dengan simbol cara merawat pakaian yang tepat. Jadi usahakan untuk memperhatikan simbol-simbol tersebut agar Anda tidak salah langkah dalam memberi tindakan. Jika masing bingung dengan arti masing-masing simbol, Anda bisa membacanya dengan lengkap di sini.

Pada umumnya, pakaian yang memiliki warna pekat dan gelap memang tidak cocok dicuci dengan air bersuhu tinggi. Penggunaan air dengan suhu di atas normal pada pakaian berwarna gelap akan merusak zat warna pada serat kain dan membuatnya pudar dan luntur.

Terpapar Sinar Matahari Secara Langsung

Selain penggunaan air dengan suhu di atas normal, dalam proses penjemuran pakaian bewarna gelap juga tidak boleh terkena sinar panas matahari secara langsung. Jika tidak, akibatnya warna serat kain pada pakaian berwarna gelap Anda akan memudar. Oleh karena itu, jemur pakaian berwarna gelap Anda di tempat yang teduh. Selain itu, jangan lupa untuk membalik pakaian agar warna bagian luarnya tetap terjaga.

Penggunaan Zat Pemutih

Menghilangkan noda pada pakaian berwarna memang tidak mudah hingga penggunaan zat pemutih menjadi satu-satunya jalan keluar. Akan tetapi, penggunaan zat pemutih pada pakaian berwarna gelap justru dapat memudarkan warnanya. Fatalnya warna pada pakaian tidak dapat kembali sempurna seperti sediakala.

Penggunaan Detergen Terlalu Banyak

Selain penggunaan zat pemutih, menggunakan detergen yang terlalu banyak juga dapat merusak tampilan pakaian hitam Anda. Usahakan menggunakan detergen secukupnya saat mencuci karena penggunaan deterjen yang terlalu banyak dapat meninggalkan residu bercak putih pada serat pakaian.

Merawat pakaian memang tidak selalu mudah, terkadang perlu dilakukan perawatan yang premium agar noda membandel hilang dan serat kain tetap terjaga. Seperti JDM Laundry yang dapat memberi perawatan premium pada pakaian Anda dengan hasil yang cepat dan detail. Dengan harga terjangkau serta gratis fasilitas antar-jemput kami siap melayani pelanggan di daerah Surabaya. Pesan segera melalui Hotline WhatsApp atau melalui Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh di Playstore ataupun Appstore.

JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!

Awas! Kuman Di Mobilmu Bisa Lebih Banyak Dari Kuman Di Tong Sampah!

Masihkah Anda berpikir jika mobil yang selalu Anda kendarai setiap hari sudah terhindar dari kuman dan bakteri secara menyeluruh? Dikutip dari laman The Sun, sebuah penelitian yang dilakukan Euro Car Parts menemukan fakta bahwa ternyata kuman pada mobil yang kotor bisa melebihi kuman pada tong sampah. Hasil riset itu didapat dari 5 sampel mobil di mana 3 diantaranya lebih banyak mengandung kuman daripada tong sampah. Selain itu jumlah kuman pada area setir, dasbor, pegangan pintu, dan bagian dalam mobil lainnya juga lebih banyak daripada kuman di wastafel dan dapur.

Mengumpulnya kuman dan bakteri pada mobil bukan tanpa sebab. Terlebih di musim hujan di mana permukaan jalan yang becek dapat menempel pada alas kaki dan terbawa ke dalam mobil. Tentunya cuci mobil biasa tidak cukup untuk membersihkan kotoran tersebut karena hanya meliputi pembersihan eksterior mobil. Jadi, ikuti langkah merawat interior mobil di bawah ini agar kebersihan mobilmu tetap terjaga!

Lapisi Jok Dengan Pelindung Jok

Memberi jok mobil pelindung tentu dapat membuat jok Anda awet dan tidak terpapar kotoran dan noda secara langsung. Selain itu, pelindung jok akan lebih mudah dibersihkan jika dibandingkan jok asli mobil itu sendiri. Selain itu, saat ini pelindung jok atau yang kerap disebut sarung jok sudah tersedia dalam berbagai macam warna dan desain. Jadi selain mudah dibersihkan dan membuat mobil Anda tetap terlihat terawat, benda ini juga bisa membuat tampilan interior mobilmu lebih elegan dan menarik.

Bersihkan jok secara rutin menggunakan alat pembersih yang Anda punya menyesuaikan bahan pelindung jok mobil Anda. Anda dapat menggunakan vacuum cleaner untuk kotoran yang sulit dijangkau, atau cukup seka menggunakan kain lap dan cairan pembersih untuk noda membandel.

Gunakan Karpet Karet Sebagai Alas Lantai Mobil

Pemilihan karpet anti air untuk alas lantai mobil merupakan pilihan yang tepat terutama saat musim hujan. Selain sifatnya yang anti air dan lebih murah dari karpet bahan beludru, karpet jenis ini cenderung lebih mudah untuk dibersihkan. Sehingga lumpur dan pasir yang menempel pada alas kaki dan terbawa masuk ke mobil dapat segera diatasi serta tidak memengaruhi tampilan interior mobil lebih lama.

Bersihkan dengan cuci karpet segera setelah terkena kotoran, agar kuman dan bakteri yang terbawa dari luar tidak berkembang biak di dalam mobil. Selain itu Anda bisa menyediakan tempat sampah dan rutin menyapu area lantai mobil untuk menghilangkan kotoran hingga ke setiap sudut mobil.

Bersihkan Area Dashboard

Kabin menjadi tempat yang paling kotor dalam area mobil, tak terkecuali bagian dashboardnya. Selain memengaruhi tampilan interior mobil, dashboard yang kotor dan berdebu juga dapat membuat tombol yang tersedia menjadi macet. Oleh sebab itu, Anda perlu membersihkan area ini secara rutin menggunakan kemoceng atau kuas serta kain dan cairan pembersih yang lembut.

Rawat Kaca Mobil Anda Secara Rutin

Kaca mobil merupakan area yang mudah terlihat kotor, terutama saat musim hujan. Perawatannya juga cukup ekstra, karena sisa tetesan air yang masih menempel pada kaca jika tidak segera dikeringkan maka akan meninggalkan bercak air.

Waktu mencuci mobil juga sangat penting untuk diperhatikan. Usahakan untuk tidak mencuci mobil pada malam hari karena dapat membuat mobil kering lebih lama. Meski begitu, hindari juga mencuci mobil di bawah sinar matahari secara langsung. Hal tersebut menyebabkan apabila air pada permukaan kaca kering dengan sendirinya tanpa diseka terlebih dahulu maka akan menimbulkan bercak air juga.

Anda dapat melapisi kaca mobil dengan produk Rain Repellent agar kaca lebih mudah dibersihkan. Selain itu anda dapat memberi perawatan poles kaca agar visibilitas Anda tidak terganggu dengan kotoran, debu, bercak air, hingga jamur selama mengemudi.

Jaga Kebersihan Udara dan Semprotkan Disinfectant

Meski era pandemi telah usai, tidak ada salahnya untuk menyemprotkan cairan disinfectant secara rutin pada mobil Anda. Selain itu Anda juga bisa mulai membersihkan filter udara pada AC mobil yang berdebu serta hindari merokok di dalam mobil.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa interior mobil bisa lebih kotor dan penuh kuman dibanding tong sampah, maka pemberian disinfectant bisa menjadi solusinya. Semprotkan disinfectant ke seluruh bagian interior mobil seperti area kabin, pegangan pintu, semua permukaan jok, hingga bagian lainnya yang sering disentuh.

Tentunya semua hal di atas tidak bisa Anda dapatkan dari layanan jasa cuci mobil biasa. Apa gunanya jika eksterior mobil selalu terlihat baru tetapi interiornya tidak terawat? Kini Anda tidak perlu bingung mencari solusinya. JDM Cleaning hadir dengan layanan Premium Car Detailing yang pasti lebih lengkap dibanding jasa cuci mobil biasa. Layanannya meliputi sebagai berikut:

1). Detailed exterior cleaning

2). Detailed interior cleaning

3). Spotting noda pada jok dan plafon mobil

4). Headlight cleaning dan sealant

5). Pembersihan kap dan ruang mesin

6). Interior steam sanitizer

7). Poles kaca berjamur dan berkerak

8). Pemberian graphene sealant untuk proteksi body mobil

Cukup lengkap bukan? Jangan ragu untuk memesan layanan Premium Car Detailing dari JDM Cleaning karena dikerjakan oleh para professional berpengalaman dan terlatih. Anda dapat memesan melalui nomor Hotline WhatsApp atau melalui Aplikasi JDM Cleaning yang tersedia dan dapat Anda unduh di Playstore serta Appstore.

JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!

Kamu Wajib Tahu, Ini Cara Upgrade Tampilan Keramik Tanpa Perlu Dibongkar!

Memiliki hunian dengan dekorasi yang cantik adalah keinginan semua orang. Tidak heran ada sebagian orang yang bahkan rela meminta saran mengenai pemilihan furniture hingga warna cat dinding dari profesional untuk hunian mereka. Tidak terkecuali pemilihan warna dan motif keramik yang akan dipasang pun harus sesuai dengan atmosfer ruangan. Tetapi bagaimana jika warna keramik yang telah Anda pasang kini telah kusam, memutih, hingga rusak parah karena usia? Belum lagi keramik yang telah rusak dan licin di area kamar mandi dapat membahayakan orang tua dan anak kecil. Tentu saja membongkar dan menggantinya dengan keramik yang baru lebih menyulitkan dan memakan biaya yang lebih banyak. Lalu bagaiman solusi terbaiknya?

Menggunakan lantai vinyl

Jika Anda membutuhkan tampilan dan suasana yang baru tanpa perlu membongkar keramik yang sudah ada, lantai Vinyl bisa jadi salah satu solusinya. Dengan proses pemasangan yang mudah, lantai Vinyl juga tersedia dalam berbagai motif dan desain. Meski lantai Vinyl tahan air, namun untuk pemasangannya tidak disarankan di dalam kamar mandi karena dikhawatirkan akan meresap melalui sela-sela lantai Vinyl. Selain di kamar mandi, lantai Vinyl juga tidak disarankan untuk dipasang di luar ruangan atau di area yang terkena sinar matahari secara langsung.

Pasang lantai laminasi bermotif kayu pada permukaan keramik

Lantai laminasi yang satu ini sering dijumpai di berbagai tempat. Anda juga bisa memasang jenis lantai laminasi ini di hunian Anda jika sudah merasa bosan dengan tampilan keramik saat ini. Terbuat dari HDF (High Density Fibreboard) alias serbuk kayu yang dipadatkan sebagai bahan utama, membuat lantai jenis ini terlihat sangat mirip dengan kayu. Akan tetapi, sama halnya dengan lantai Vinyl, lantai laminasi yang terbuat dari serbuk kayu ini tidak cocok untuk dipasang di area kamar mandi dan di luar ruangan. Salah satu alasannya adalah lantai laminasi tidak tahan jika terlalu lama tergenang air. Selain harga yang murah dan tersedia dalam berbagai motif hingga warna, keuntungan lain dengan memasang lantai laminasi adalah mudahnya proses pemasangan dan pencopotan yang dapat dilakukan sendiri.

Lapisi keramik dengan cat khusus

Jika memasang lantai laminasi dan vinyl dirasa membutuhkan budget lebih dan tenaga yang ekstra, Anda bisa coba mengecat keramik dengan cat khusus. Hal ini lebih cocok untuk Anda yang ingin memiliki tampilan ubin baru tanpa kehilangan bentuk ubin aslinya. Tentunya proses pengecatan memerlukan berbagai langkah yang harus dilakukan agar cat tidak mudah terkelupas.

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan sebelum mengecat keramik atau ubin adalah membersihkan permukaannya dengan amplas atau dipoles. Setelah itu, mulailah dengan mengecat keramik atau ubin dengan cat epoksi sebagai cat dasar yang dapat menguatkan cat baru. Ketika cat epoksi sudah kering, Anda bisa lanjut melapisi permukaan keramik atau ubin Anda dengan cat ubin dan ratakan menggunakan roller. Setelah lapisan pertama mengering, lanjut dengan lapisan kedua hingga ketiga jika diperlukan.

Kelebihan mengecat keramik atau ubin dibanding memasang lantai vinyl ataupun lantai laminasi adalah daya tahannya terhadap air. Hal tersebut membuat pilihan mengecat keramik atau ubin sebagai langkah terbaik untuk diaplikasikan di area kamar mandi. Sama halnya dengan layanan Tile Coating dari JDM Cleaning yang memiliki banyak kelebihan sebagai berikut:

1). Tekstur anti licin dengan beberapa pilihan tingkat Grid

2). Tahan korosi dan chemical Rumah Tangga

3). Berbahan dasar Enamel dengan daya tahan 3 tahun

4). Ada banyak pilihan warna (solid dan clear)

 

Dikerjakan oleh tenaga profesional dan berpengalaman, pastinya akan lebih menghemat waktu karena Anda tidak harus bekerja sendiri. Dengan kelebihan tersebut, layanan Tile Coating ini sangat cocok untuk kondisi keramik atau ubin seperti:

1). Keramik sudah berkerak parah hingga ke pori-pori

2). Lapisan keramik rusak hingga mudah kotor dan meninggalkan bercak saat dipijak

3). Keramik sangat licin di area basah

4). Warna keramik memudar dan kusam karena usia

Jangan ragu lagi untuk upgrade tampilan keramik atau ubinmu dengan layanan Tile Coating dari JDM Cleaning! Info lebih lanjut bisa Anda dapatkan melalui WhatsApp atau Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh di Playstore atau Appstore.

JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!

Sering Dilupakan, Ini Cara Merawat Sajadah Agar Ibadah Makin Khusyuk!

Selain mukena dan sarung, sajadah juga menjadi perlengkapan sholat yang harus dijaga kebersihannya. Digunakan 5 kali sehari tentunya dapat membuat sajadah menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan debu. Belum lagi cara penyimpanan yang salah akan membuat sajadah bau apek dan pastinya akan mengganggu ketenangan Anda dalam beribadah.

Tidak ada waktu ideal untuk mencuci sajadah, tetapi akan lebih baik jika sajadah dicuci secara rutin minimal sebulan sekali atau jika Anda bisa mencucinya lebih sering tentunya lebih baik. Sebelum memutuskan untuk mencuci sajadah, perhatikan jenis kain pada sajadah dan simbol cara pencucian yang tersedia di label yang menempel. Tujuannya agar serat kain dan warna sajadah tidak pudar hingga rusak karena tidak semua jenis kain dapat dicuci dengan cara yang sama. Untuk penjelasan mengenai arti simbol cara pencucian pada label bisa Anda baca di sini.

Pisahkan sajadah dengan pakaian yang lain

Hal ini sangat perlu dilakukan sebelum melakukan pencucian karena dikhawatirkan warna sajadah akan luntur dan mengenai pakaian lainnya. Sebaliknya jika sajadah Anda berwarna cerah atau pastel, dikhawatirkan akan terkena lunturan warna dari jeans atau pakaian yang berwarna tajam. Selain masalah bau tak sedap, sajadah yang terkena luntur juga membuat tampilan sajadah tidak cantik lagi saat digunakan untuk beribadah di masjid.

Gunakan detergen dan cairan pembersih noda yang aman untuk kain

Jika pada sajadah Anda terdapat kotoran atau noda yang membandel, gunakan pembersih noda untuk menghilangkan noda tersebut terlebih dahulu. Perlu diingat untuk memilih pembersih noda yang aman untuk serat kain sajadah dan lalukan percobaan pada sebagian kecil sajadah agar dapat melihat terdapat reaksi atau tidak pada sajadah. Gosok dengan sikat berbulu lembut atau sikat gigi untuk menghilangkan noda pada sajadah agar serat kain tetap aman.

Jika noda telah hilang, lanjutkan dengan merendam sajadah pada air bersuhu normal yang telah tercampur detergen. Rendam selama tidak lebih dari 30 menit lalu kuceklah dengan lembut. Dalam mencuci sajadah, penggunaan mesin cuci sangat tidak disarankan karena dapat merusak serat kain dan bulu-bulu pada sajadah.

Peras sajadah dengan cara yang benar

Selain penggunaan mesin cuci, ternyata penggunaan mesin pengering otomatis juga tidak baik untuk serat kain sajadah. Oleh sebab itu, sajadah harus diperas secara menual. Akan tetapi cara memeras sajadah tidak boleh dilakukan secara asal. Memeras sajadah dengan kuat justru akan merusak serat kain karena akan membuat sajadah terpelintir sampai ke batas renggangnya. Solusinya, setelah proses pembilasan, gulung sajadah dan tekan-tekan hingga kadar airnya berkurang.

Cara penjemuran

Terkesan sepele, akan tetapi cara penjemuran yang salah juga dapat membuat sajadah cepat rusak. Proses menjemur sajadah yang tepat adalah dengan tidak menaruhnya terkena sinar matahari langsung. Pasalnya penjemuran sajadah di bawah sinar matahari langsung dapat membuat sajadah kaku dan mudah lapuk. Oleh karena itu, jemurlah sajadah pada tempat yang rindang dan berangin dengan cara dibentangkan.

Kebersihan dan keawetan perlengkapan ibadah memang tidak memengaruhi amal ibadah yang didapat. Akan tetapi dengan memiliki peralatan ibadah yang bersih dan wangi pastinya dapat membuat kita lebih nyaman dan khusyuk saat beribadah. Jika Anda memiliki masalah dengan kebersihan perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, hingga sajadah, jangan ragu untuk memesan layanan Laundry dari JDM Laundry. Dilengkapi dengan fasilitas antar-jemput pastinya lebih memudahkan Anda yang sibuk dan tidak ada waktu untuk wara-wiri. Pesan secara langsung sekarang juga melalui WhatsApp atau Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh melalui Playstore ataupun Appstore.

JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!

Stop Lakukan Ini Agar Mukena Milikmu Tidak Bau Apek dan Berjamur!

Mukena menjadi atribut atau perlengkapan ibadah yang harus dimiliki setiap muslimah. Tidak hanya digunakan untuk beribadah di rumah saja, saat beribadah di Masjid mukena juga dapat menunjang penampilan kaum hawa. Tidak heran di zaman sekarang banyak brand yang menjual mukena dengan berbagai macam jenis kain, warna, dan model yang menarik. Akan tetapi banyak juga yang belum menyadari cara merawat mukena yang benar. Hal tersebut membuat mukena yang cantik berubah menjadi kusam hingga berjamur. Bahkan tidak jarang mukena akan berbau apek jika kita salah menyimpannya. Berikut hal-hal sepele yang mungkin sering Anda lakukan membuat mukena bau apek dan berjamur:

Jangan simpan mukena dalam gulungan sajadah

Bagi sebagian orang, menyimpan mukena dalam sajadah yang tergulung dengan rapi lebih minimalis dan hemat tempat. Akan tetapi hal tersebut justru dapat membuat mukena yang telah digunakan menjadi cepat bau. Terlebih lagi jika sebelumnya Anda mengenakan mukena dalam keadaan basah setelah wudhu, tentunya mukena akan menjadi lembap. Perlu diingat kembali, kain yang lembab terlalu lama dapat memicu tumbuhnya jamur.

Oleh karena itu, agar terhindar dari bau apek maka usahakan menyimpan mukena dan sajadah dengan cara digantung di ruangan terbuka. Selain itu, usahakan untuk mengeringkan wajah dan bagian tubuh lain yang basah setelah wudhu. Tentu tujuannya agar mukena tidak basah dan lembap terlalu lama.

Tidak memakai ciput atau kain pelapis kepala sebelum menggunakan mukena

Bagian mukena yang sering menimbulkan bau tidak sedap adalah bagian kepala. Salah satu alasan pemicunya adalah kepala menjadi salah satu bagian yang turut dibasuh saat wudhu dan sebagian orang akan menggunakan mukena langsung saat rambutnya masih dalam keadaan basah. Oleh sebab itu, menggunakan ciput atau kain pelapis kepala dapat mengurangi kelembaban pada kain mukena. Selain itu, menjaga kebersihan rambut juga dapat menjadi salah satu cara mencegah bagian kepala pada mukena menjadi apek.

Cuci mukena secara rutin setidaknya seminggu sekali

Tak heran beberapa orang cenderung malas mencuci mukena yang mereka kenakan saat ibadah setiap harinya. Hal tersebut membuat mukena tidak terawat, bau apek, hingga berpotensi ditumbuhi jamur. Oleh sebab itu, cuci setidaknya seminggu sekali agar keindahan mukena Anda tetap terawat.

Cuci mukena Anda menggunakan air dengan suhu dingin atau normal dan gosok secara perlahan. Jika mukena Anda terdapat motif yang dibordir, cucilah dengan cara digosok menggunakan tangan atau cukup direndam agar tidak merusak motif bordir. Selain itu gunakan pewangi dan pelicin saat menyetrika agar mukena mudah dilipat, lebih rapi, dan wangi saat dikenakan.

Dimusim hujan dengan cuaca tak menentu seperti ini bisa menghambat proses pengeringan mukena. Fatalnya, ibadah Anda akan terganggu atau Anda terpaksa mengenakan mukena yang masih basah jika tidak memiliki persediaan mukena lain. Tetapi Anda tidak perlu panik, JDM Laundry siap bantu urus semua perlengkapan ibadah kamu. Menggunakan mesin cuci dan pengering yang berkualitas, dijamin perlengkapan ibadah kamu akan kering, wangi, dan bersih maksimal. Ayo pesan sekarang juga via WhatsApp atau Anda juga bisa pesan via Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh di Playstore dan Appstore.

JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!

Kamu Harus Tahu, Ini Perbedaan Granit dan Marmer Yang Sering Tertukar!

Dalam bidang dekorasi dan arsitektur, istilah Granit dan Marmer sudah tidak asing lagi. Dengan motifnya yang khas dan elegan dibanding keramik menjadikan Granit dan Marmer identik dengan bangunan dan rumah mewah. Tapi ternyata masih banyak juga orang yang salah dalam membedakan jenis Granit dan Marmer ini, berikut JDM Cleaning beri penjabarannya:

Struktur dan Daya Tahan

Dalam proses pembuatannya, Granit terbuat dari beberapa mineral seperti feldspar dan quartz yang terikat kuat satu sama lain dengan berbagai bahan kimia lainnya. Hal tersebut membuat Granit memiliki ketahanan yang lebih kuat dibanding Marmer yang hanya terbuat dari akumulasi Kalsium Karbonat yang ditekan selama bertahun-tahun.

Oleh karena itu, Granit dapat menjadi pilihan terbaik Anda karena sangat tahan terhadap goresan benda tajam, kerusakan, hingga panas. Sebaliknya, Marmer lebih mudah tergores dan rusak karena benda tajam atau terkena panas.

Harga dan Penampilan

Dalam segi penampilan, Granit lebih banyak memiliki variasi warna seperti merah muda, putih, hitam, putih, dan berbagai variasi abu-abu. Tak jarang juga dengan proses dan campuran bahan kimiawi dapat menghasilkan warna jingga hingga hijau. Sedangkan Marmer memiliki warna dasar putih dengan corak unik dan pewarna hitam dan coklat alami dari grafit, coklat dan merah dari mineral pyrit serta ilmenit, hingga mineral klorit yang memberi warna hijau.

Selain soal warna, permukaan Granit juga lebih kasar dan keras dibanding Marmer. Hal tersebut membuat Granit cocok untuk dipasang di kamar mandi, garasi, dan teras. Sedangkan Marmer yang memiliki permukaan lebih halus dan mudah rapuh terkena panas akan lebih cocok untuk dipasang di area indoor. Dalam hal harga Granit masih di bawah Marmer yang dianggap lebih mewah dan eksklusif.

Pertimbangan Penggunaan

Seperti yang sudah dijelaskan mengenai Granit dan Marmer di atas, terlihat jelas perbedaan dari segi kualitas, tampilan, dan harga. Jika Anda sedang merasa bingung dalam membuat pilihan untuk menggunakan Granit atau Marmer, mulailah melihat tipe area yang akan dipasangi Granit atau Marmer. Jika Anda menginginkan jenis lantai yang kuat dan tidak mudah rusak maka Granit adalah pilhan yang tepat untuk Anda. Akan tetapi jika Anda hanya menginginkan lantai yang memiliki kesan mewah dan elegan, maka Marmer lebih cocok untuk Anda.

Selain dari faktor area pemasangan yang pastinya mempengaruhi awet atau tidak suatu produk nantinya, penting juga untuk mempertimbangkan budget yang akan dikeluarkan. Sebagai contoh Granit yang terbuat dari batuan alami tentunya memiliki pori-pori yang besar sehingga membuatnya rentan terhadap kotoran yang dapat menjadi noda jika tidak segera dibersihkan. Oleh karena itu, perlu adanya perawatan dengan cara dipoles secara rutin yang pastinya membutuhkan mesin dan chemical khusus. Tapi kini Anda tidak perlu bingung, karena JDM Cleaning juga menyediakan layanan Kristalisasi (marble polish) dengan harga terjangkau yang pasti sudah mencakup semua mesin dan chemical yang Anda butuhkan. Dikerjakan oleh tenaga profesional dijamin noda dan kotoran yang melekat pada Granit, Marmer, atau Teraso Anda akan hilang dan lantai Anda kembali berkilau seperti baru! Pesan segera via WhatsApp atau nikmati diskon menarik setiap pemesanan via Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh di Playstore dan Appstore.

JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!

Jangan Asal Cuci! Perhatikan Arti Simbol Unik Ini Pada Lebel Pakaianmu

Banyak orang beranggapan bahwa jenis kain menjadi faktor utama penentu seberapa awetnya pakaian tersebut nantinya. Tak heran banyak orang yang rela merogoh kocek demi mendapatkan pakaian berbahan premium dengan harapan lebih awet dan tidak mudah rusak. Padahal, bahan pakaian akan tetap awet hanya dengan mengikuti cara pencucian yang tepat serta mengikuti aturan simbol unik pada lebel.

Saat membeli pakaian, pasti terdapat lebel yang berisi nama brand, ukuran pakaian, hingga simbol tata cara perawatan. Sebagian orang tidak memperdulikan simbol-simbol tersebut karena sulit dipahami. Hal tersebut membuat sebagian orang cenderung mencuci pakaian seenaknya hingga membuat serat pakaian cepat luntur, rusak, dan tidak awet.

Arti Masing-Masing Simbol Pada Lebel Pakaian

Dengan mengikuti tata cara mencuci dan merawat pakaian yang tertera pada lebel dapat meminimalisir kesalahan dan kerusakan pakaian. Beberapa kerusakan pada pakaian yang dapat terjadi antara lain:

Warna pakaian luntur hingga memudar

Pakaian terkena lunturan warna pakaian lain

Pakaian menyusut

Serat kain sobek dan rusak

Pasti Anda tidak ingin pakaian kesayangan rusak karena ketidakpahaman Anda sendiri, jadi ayo simak arti masing-masing simbol pada lebel pakaian di bawah ini:

WASHING (Pencucian)

Jika Anda menemukan simbol berbentuk trapesium terbalik dengan genangan air seperti ini memiliki arti sebagai cara pencucian. Hal ini perlu diperhatikan apakah pakaian Anda dapat dicuci menggunakan mesin cuci atau manual dengan tangan. Biasanya tipe pakaian berbahan khasmir dan payet manik-manik tidak cocok dicuci dengan mesin cuci.

Intensitas pencucian juga harus cukup Anda perhatikan, karena beberapa jenis pakaian akan lebih awet jika jarang dicuci. Jeans menjadi salah satu jenis pakaian yang akan cepat rusak jika terlalu sering dicuci. Selain itu, jika Anda ingin mencuci dengan mesin perhatikan pula apakah pada lebel tersebut meminta Anda menggunakan air dingin atau hangat.

HEAT LEVEL (Tingkat Panas)

Setelah cara pencucian, perhatikan temperature air yang akan Anda gunakan dan sesuaikan dengan keterangan suhu yang tertera pada lebel pakaian. Jika tidak tertera dalam angka, maka akan berbentuk bulatan saja.

Simbol ini sangat perlu di perhatikan saat memilah baju sebelum mencuci. Pasalnya, tidak semua pakaian dapat dicuci secara maksimal dengan air dingin, dan ada pula pakaian yang tidak tahan jika dicuci dengan air panas atau hangat. Kesalahan dalam penggunaan air dengan level tertentu dapat mengakibatkan serat kain rusak, mengkerut, hingga luntur.

IRONING (Setrika)

Sama halnya dengan simbol Heat Level, simbol berbentuk setrika ini juga memberi tahu level panas yang dapat ditahan serat kain agar tidak terbakar. Apabial bentuk bulatan atau titik di tengah simbol semakin banyak, maka semakin tinggi suhu yang dapat ditolerir kain tersebut. Berikut penjabarannya:

1 titik: suhu rendah (maks. 110°C)

2 titik: suhu sendang (maks. 150°C)

3 titik: suhu tinggi (maks. 200°C)

Tanpa uap dan tanda silang: Jangan disetrika

BLEACHING (Pemutih)

Jika Anda menemukan simbol segitiga seperti ini jangan panik, ini merupakan simbol apakah pakaian dapat diberi pemutih atau tidak. Simbol sigitiga dengan garis arsir di dalamnya berarti pengguna dapat mencuci dengan memakai produk pemutih non-chlorine. Mengandalkan pemutih untuk menghilangkan noda membandel dari pakaian merupakan jalan pintas kebanyakan orang. Tetapi pemakaian yang salah dapat mengakibatkan warna pakaian akan semakin rusak. Terlebih lagi penggunaan pemutih pada sebagian orang dapat mengakibatkan iritasi pada kulit, mata, hingga sistem pernapasan.

TUMBLE DRYING (Mesin Pengering)

Simbol yang satu ini berkaitan dengan mesin pengering. Jika Anda memiliki mesin pengering, pastikan juga apakah pakaian yang akan Anda masukkan dapat menahan suhu mesin pengering tersebut atau tidak. Selain itu sebelum mengeringkan pakaian dengan mesin pengering, pastikan lagi apakah pakaian telah terbebas dari noda, karena panas pada mesin akan membuat noda lebih susah hilang nantinya.

AIR DRYING (Pengering Udara)

Bagi sebagian orang yang tidak memiliki mesin cuci dan mesin pengering, air drying alias menjemur menjadi satu-satunya pilihan. Tentunya banyak pakaian yang bisa dijemur dengan cara manual menggunakan udara di ruang terbuka seperti ini. Tetapi beberapa jenis pakaian seperti wool, sweater, hingga katun jepang akan lebih cepat kering jika menggunakan mesin pengering. Berikut penjabaran mengenai simbol pengering yang berbentuk kotak di bawah ini:

Simbol kotak dengan garis silang: Pakaian dapat dikeringkan tanpa menggunakan mesin

3 garis vertikal dalam kotak: Pakaian dapat dikeringkan dengan cara digantung di tali jemuran

1 garis horizontal dalam kotak: Pakaian dapat dikeringkan dengan dibentangkan

Simbol kotak dengan garis melengkung: Pakaian dapat dikeringkan dengan digantung di dalam atau di luar ruangan

Simbol kotak dengan 2 garis diujung: Hindarkan pakaian dari panas matahari

Demikian penjabaran dari berbagai simbol pada lebel pakaian yang jarang diketahui oleh banyak orang. Dengan memahami simbol-simbol tersebut, membuat baju Anda lebih awet meski tidak terbuat dari bahan premium. Tetapi jika Anda tetap ingin mendapatkan perawatan premium untuk pakaian Anda, JDM Laundry solusinya! Dikerjakan oleh tenaga profesional dengan mesin hingga produk deterjen yang berkualitas membuat noda pada pakaian Anda hilang seketika dan terlihat seperti baru lagi. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut hubungi via WhatsApp atau pesan langsung via Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh melalui Playstore dan Appstore.

JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!

Stop! Ini Bahaya Simpan Baju Basah Dalam Ruangan Saat Musim Hujan!

Saat musim hujan, cuaca memang tidak mudah diprediksi. Datangnya hujan secara tiba-tiba membuat banyak orang memutuskan untuk mengeringkan pakaian mereka di dalam ruangan. Tapi tanpa disadari, menyimpan baju basah di dalam ruangan dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan yang patut Anda waspadai!

Menurut Profesor David Denning dan tim National Aspergillosis Center, dalam setumpuk cucian basah terdapat 2 liter air yang siap dilepaskan ke ruangan. Fakta tersebut juga didukung oleh kutipan di laman Asthma Society of Ireland yang menyatakan bahwa menyimpan pakaian basah di dalam ruangan dapat meningkatkan kelembapan ruangan tersebut. Hal itu dapat mengundang pertumbuhan jamur dan penyebaran spora yang dapat terhirup oleh manusia, salah satunya Aspergillus Fumigatus.

Aspergillus Fumigatus merupakan jamur yang banyak tersebar di udara dan sering terhirup oleh manusia. Hanya saja hal itu tidak berefek untuk orang yang sehat, karena sistem imun mereka akan melawan jamur tersebut seketika masuk ke dalam tubuh. Beda halnya jika terhirup oleh orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti orang yang mengidap penyakit auto imun, pasien AIDS, atau tengah menjalani perawatan kemoterapi.

Penyakit yang disebabkan oleh jamur Aspergillus disebut dengan Aspergillosis yang kerap menyerang sistem pernapasan. Gejala yang ditimbulkan dapat berupa sesak napas, mengi, hingga batuk. Jika kondisi imun tubuh semakin lemah maka pasien dapat batuk disertai darah. Selain itu, paparan jamur yang tidak cepat ditangani akan menyebar ke organ lain seperti ginjal, otak, bahkan hingga merusak paru-paru.

Lalu, bagaimana solusi agar terhindar dari paparan jamur Aspergillus?

Sayangnya sebagai jamur yang dapat bertahan hidup dengan sedikit air, jamur jenis Aspergillus ini dapat ditemukan diberbagai tempat. Meski tanpa sadar sering terhirup, tapi tetap usahakan agar rumah Anda selalu terhindar dari paparan jamur tersebut salah satunya dengan selalu mengeringkan pakaian basah di luar ruangan.

Tapi bagaimana jika di musim hujan? Jika Anda tidak memiliki tempat lain yang teduh untuk menyimpan pakaian basah, maka coba letakkan dan keringkan baju dekat dengan ventilasi. Cara lain yang dapat Anda gunakan adalah dengan memanfaatkan alat pengering, yang akan membantu pakaian Anda kering lebih cepat serta mengurangi kelembapan hunianmu.

Mencuci pakaian memang menjadi aktifitas yang menambah beban pikiran saat memasuki musim hujan. Cuaca yang tidak bisa diprediksi serta kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan membuat kita cenderung mencari cara lain sebagai solusi seperti layanan Laundry. Dilengkapi dengan fasilitas gratis antar-jemput, membuat JDM Laundry pilihan yang cocok untuk Anda yang bingung ingin mencuci baju saat musim hujan tapi takut baju kehujanan dan tidak kering sempurna. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut dapat hubungi via WhatsApp atau pesan langsung via Aplikasi JDM Cleaning yang dapat Anda unduh melalui Playstore dan Appstore.

JDM Cleaning, Juara Dalam Membersihkan!